Archive for June, 2007|Monthly archive page

Tips & Trick Me-recover file yang terinfeksi virus kspoold.

Pertama-tama, pastikan komputer anda sudah bebas dari virus kspoold, kalo belum liat cara penanggulangannya di post saya sebelumnya.
Dalam tips & trick ini saya menggunakan tools buatan lokal Restore My Files (www.ebsoft.web.id). Ok langsung saja kita mulai. Berikut ini langkah2nya.
1. Rename ekstensi file dokumen anda, misal dokumen.exe menjadi dokumen.txt.

Read more »

Tips & Trick membersihkan virus kspoold peng-konvert file doc, xls jadi exe

Virus Kspoold merupakan salah satu virus baru yang sangat2 banyak peredarannya, diperkirakan sudah ratusan komputer yang sudah diserang oleh virus tersebut, virus tersebut paling banyak menyebar lewat media removable (flash disk),akibatnya banyak komputer yang terserang dalam waktu singkat, kebanyakan pengguna komputer tidak mengetahui virus yang telah menjangkiti komputernya, pengguna baru sadar saat menggunakan flash disk dan menemukan file2 dokumennya/word/excel (*.doc atau *.xls) udah menjadi file executable (*.exe). Virus ini aktif di service windows dengan nama KPrintSpooler, yang akan terus berjalan di background sistem terus menerus tidak akan berhenti sampai kita mematikannya..saat dia (Kspoold) aktif akan menyebabkan semua file dokumen di flash disk menjadi application.bahkan saat kita melakukan saving dokumen ke flash disk pun dia akan mengubah file tersebut menjadi application.

Read more »

Pembajakan Software Turun, Kerugian Malah Naik

Jakarta, Meski Indonesia mencatat penurunan peringkat dalam pembajakan piranti lunak di dunia, namun kerugian yang diderita justru makin besar. Ada apa?

Indonesia turun peringkat ke posisi 8 dalam pembajakan piranti lunak di dunia. Berdasarkan studi terbaru yang dikeluarkan Business Software Alliance (BSA) hari ini, Selasa (15/5/2007), tingkat pembajakan software di Indonesia pada akhir 2006 adalah 85%.

Angka itu turun 2 persen dari tahun sebelumnya (akhir 2005) yaitu 87 persen. Dengan demikian, posisi Indonesia turun dari posisi 3 ke posisi 8 dalam tingkat pembajakan piranti lunak global.

Namun, kerugian yang dihasilkan dibandingkan tahun lalu justru lebih besar. Pada 2005 kerugian piranti lunak bajakan di Indonesia mencapai US$ 280 juta, pada tahun ini (akhir 2006) meningkat menjadi US$ 350 juta.

Menurut Jeffrey Hardee, Vice President & Regional Director BSA Asia, hasil yang didapat Indonesia menunjukkan penegakkan hak cipta di tanah air dilakukan secara serius. Demikian ujarnya dalam teleconference dari Hong Kong yang disaksikan wartawan di Indonesia di Kantor BSA, Sampoerna Strategic Tower, Jakarta, Selasa (15/5/2007).

Read more »

Admin TI Intai Data Karyawan?

Jakarta, Sebuah riset mengungkap hasil mengejutkan. Penelitian yang melibatkan lebih dari 200 profesional teknologi informasi (TI) tersebut mengungkap bahwa sepertiga responden mengaku menggunakan hak mereka untuk mengintai data personal dan email para karyawan.

Penelitian yang digawangi oleh Cyber Ark Software ini bahkan menemukan seorang administrator TI yang berkata dengan nada bercanda: “Mengapa ini membuat anda heran kalau begitu banyak diantara kami yang mengintai berkas-berkas anda? Tidakkah jika anda memiliki akses rahasia kepada semua hal anda bisa mendapatkannya di tangan anda?”

Selain itu, penelitian juga mengungkap bahwa lebih dari sepertiga administrator TI mengaku mereka masih bisa mengakses jaringan perusahaan sekalipun mereka telah pergi dari perusahaan tersebut. Dan yang lebih mengejutkan, tak satupun bisa menghentikan mereka.

Read more »

Lima Jurus Melawan Pembajakan Ala BSA

Jakarta, Persentase tingkat pembajakan di Indonesia mengalami penurunan 2 persen, dari 87 persen pada akhir 2005 menjadi 85 persen di tahun 2006.

Vice President dan Regional Director BSA Asia Jeffrey Hardee menilai hasil tersebut sebagai langkah yang bagus dan menunjukkan upaya serius pemerintah dalam menegakkan hak cipta.

Selain dukungan pemerintah tersebut, organisasi non profit yang didirikan tahun 1988 ini juga punya lima jurus jitu dalam melawan pembajakan di berbagai negara.

Jurus pertama, meningkatkan pemahaman kesadaran publik untuk menghargai Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI). Donny A. Sheyoputra, representatif BSA Indonesia menganggap, pembajakan terjadi bukan karena faktor harga melainkan kesadaran membeli software legal yang masih rendah.

Jurus kedua, melaksanakan perjanjian Watch Intelectual Property Organization (WIPO) Copyright Treaty. Jurus ketiga adalah menciptakan suatu mekanisme penegakkan hukum. “Yaitu sistem hukum yang dapat bekerja dengan baik dan kuat,” ujar Donny.
Read more »

Perangi Pembajakan,BSA: Indonesia di Jalur yang Tepat

Jakarta, Penurunan tingkat pembajakan yang diraih Indonesia sebanyak 2 persen pada tahun 2006 dianggap Business Software Alliance (BSA) sebagai hasil dari upaya serius pemerintah dalam memerangi pembajakan. Indonesia dinilai sudah berada di jalur yang tepat.

Hal itu diungkapkan Vice President dan Regional Director BSA Asia Jeffrey Hardee di sela-sela seminar hak kekayaan intelektual (HKI) di US Comercial Service Wisma Metropolitan II, Jakarta, Kamis (24/5/2007).

Menurut Jeffrey, upaya tersebut tergambar dari kerja sama yang dilakukan BSA dengan Polda Jatim beberapa waktu lalu. Sehingga, diharapkan kerjasama seperti ini dapat terus dilakukan oleh wilayah lain.

“Kami yakin tingkat pembajakan di Indonesia untuk ke depannya akan terus turun. Mengenai berapa besarannya? Kami berharap semaksimal mungkin,” ujarnya, kepada beberapa wartawan.

Jeffrey menambahkan, yang paling penting saat ini pemerintah Indonesia telah ‘melek’ terhadap pembajakan dan BSA juga siap membantu pemerintah untuk menurunkan tingkat pembajakan di tanah air.
Read more »

Industri Software Lokal Di Ambang Kehancuran?

Jakarta, Maraknya pembajakan berdampak sangat besar terhadap industri software lokal. Pelaku industri di sektor ini menilai jika pembajakan tidak ditanggulangi lama-lama industri software lokal akan hancur. Hal itu diungkapkan Indra Sosrodjojo, direktur Andal Software sebagai salah satu pengembang software lokal di sela-sela seminar hak kekayaan intelektual (HKI) di US Commercial Service, Kamis petang (24/5/2007). Menurut Indra, pembajakan marak artinya industri software lokal tidak bisa bersaing dengan software bajakan yang berharga Rp 15.000 mengingat biaya produksi yang tinggi. “Dampaknya industri software lokal tidak berkembang dan lama-lama bisa hancur,” sesal Indra kepada beberapa wartawan. Ia memaparkan, dari sekitar 300 perusahaan teknologi informasi (TI) yang berkecimpung di pasar Indonesia hanya terdapat kurang dari 10 perusahaan yang bermain ke dalam industri produk TI seperti Andal Software. “Dari jumlah tersebut berarti pasar ini dianggap tidak menarik padahal market size-nya lumayan besar,” jelasnya. Jika pun ada, perusahaan tersebut harus mempunyai strategi khusus agar bisa bertahan di segmen pasar ini, seperti mengubah target pasar mereka atau cara lainnya, Indra menambahkan. “Dulu waktu awal saya masuk ke bisnis ini berharap harga murah jumlah pembeli banyak. Tetapi itu tidak terjadi, karena volumenya segitu-gitu saja jadi perkembangannya susah. Jadi saya masuk ke software untuk enterprise yang kuantitasnya kecil tapi harganya besar dan it Read more »

Pembajakan Bikin ‘Bodoh’ Generasi Muda?

Yogyakarta, Pembajakan akan mencerdaskan bangsa. Benarkah? Jika kita amati, di satu sisi dengan adanya software bajakan yang bisa dibeli dengan harga sangat terjangkau, generasi muda bisa belajar banyak hal karena tak perlu merogoh kocek banyak-banyak untuk belajar sesuatu. Di lain sisi, pembajakan pastinya membuat sang vendor software merugi dan vendor tentu tidak akan membiarkan piranti lunaknya dibajak terus-terusan. Apakah pembajakan benar-benar mencerdaskan anak bangsa? Tidak menurut Indra Sosrodjojo, Direktur Andal Software, salah satu pengembang software lokal di sela-sela Seminar Pendidikan Sekolah Bertaraf Internasional yang digelar di Hotel Sahid Yogyakarta, Rabu (30/05/2007). Menurut Indra, pembajakan justru menjadikan generasi muda tidak kreatif. Mereka jadi malas berkarya padahal orang Indonesia punya banyak potensi. Selain itu pembajakan juga menjadikan industri software lokal tidak bergairah. Pembajakan membuat para developer software lokal memilih lari ke luar negeri. Walhasil, industri software lokal tidak bisa bersaing dengan perusahaan asing. Inilah salah satu yang membuat industri TI (Teknologi Informasi) di Indonesia tidak berkembang. Menurut Indra, selama pembajakan masih merajalela maka industri software lokal tidak bisa berkutik. Katakanlah para developer lokal berhasil mengembangkan dan membuat software bagus lalu berniat menjual software tersebut dengan kisaran harga Rp 1 juta, mereka akan kesusahan menjualnya. Software tersebut akan Read more »

Gempa Bumi di Kawasan Indonesia timur, isu atau fakta ??

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) membantah pemberitaan CNN yang menyatakan akan terjadi gempa bumi besar disertai tsunami di kawasan timur Indonesia pada tanggal 7 Juni mendatang. CNN memberitakan, musibah tersebut adalah akibat tumpukan lempeng antara Indo-Australia dan Euro-Asia.

  Read more »